Kere Kemplu - the simple profile - part #2

-sambungan part #1-

Pak kere, membuat saya jadi penasaran--, sejak saling sahut menyahut dalam komentar dan shoutbox. Semenjak saya tahu ip-nya berasal dari salah satu media mainstream. Semenjak dia bilang pernah berkunjung ke kampusku--, yang seharusnya saya tahu, karena saya sering cangkruk di kampus. Membuat jiwa detektif murahan saya kambuh.

Saya yakin, pak kere ini pasti luas pengetahuannya. Seluas samudera. Terbukti, sewaktu mengantar saya ke masjid cengho, dia banyak bercerita tentang sejarah--, sejarah islam, sejarah cengho, dan walhasil saya pun cuma he-eh, ya..ya.., dan masak? Begitu juga sewaktu di kafe pinggirjalan. Kita ngobrol soal politik, dan bagaimana dia gak begitu suka sama si SUM, yang memerintah negara kita selama 30tahun, dan mewariskan sistem korupsi yang terintegrasi. Wah, pak kere ini betul-betul ensiklopedia lah. Sewaktu makan nasi gorengnya kafe tersebut, pak kere sempet tanya, "enak nasgornya?", "enak", jawabsaya, "atau mungkin karena saya lapar ya pak?", "koki terbaik adalah sewaktu kita lapar" pak kere menimpali. Wah, baru tahu saya ungkapan seperti itu.

Pak kere ini juga mempunyai temen-temen yang hebat, seperti temen pak kere yang minta saran mau beli flybook? Pak kere, boleh dong buku saya minta ditanda tangani temen sampeyan yang terkenal itu..? biar nanti saya kirim bukunya ya pak ker?

Buat kalian-kalian para fans, kritikus, teman, anak, anak tiri, sahabat, ponakan, teman maya. Gak rugi, sampeyan-sampeyan bertemu dengan pak kere. Apalagi anda-anda yang bertemu tanpa anda duga. Anda, bakalan getun sama pak kere ini.

--budiw

Syndicate content