where do i start? hmm...
ada cerita di suatu pabrik yang lebih menyukai
untuk membayar yang lebih murah. dari 'penyelidikan' yang
saya lakukan, banyak ketidak puasan yang membuat para
'good player' angkat kaki dari sini.
sepertinya kesejahteraan pegawai tidak menjadi prioritas utama.
saya masih belum tahu prioritas utama dari pabrik ini.
mereka lebih mengorbankan kualitas daripada harus membayar
lebih mahal. dan ini terbukti dari banyaknya pegawai baru yang
mungkin masih polos, dan entah dibayar berapa.
namun apabila terlalu banyak pegawai baru,
sedang yang baru harus banyak belajar untuk menyesuaikan
diri, terus kapan bisa majunya?
pada satu departemen, ada satu yang sangat saya sayangkan.
seorang pegawai yang sangat potensial. sayang sekali,
juli kemaren dia keluar. untuk berwiraswasta.
mungkin, peraturan yang terlalu ketat, atau gaji yang gak seberapa.
untuk permintaan gaji yang agak tinggi, pasti alasannya
"kan disini institusi *********, bukan industri*
dibalik alasan itulah mereka selalu berlindung untuk
membayar murah para pekerjanya.
padahal dengan membayar lebih mahal sedikit akan
membeli sebuah qualitas. yang berdampak juga pada hasil akhir
dari produk yang dijual.
pantesan banyak yang masih 'mroyek' ditempat lain.
meskipun 'terikat' jam kerja, untuk 'mroyek' tentu masih ada
waktu.
ah, sayang sekali..
akhir kata, semoga tidak lebih banyak lagi yang keluar..
--budiw
2003190905sby